Selamat Memberi

Pernah denger kan kalo harta yang kita miliki sebuah titipan semata dan kita hanyalah pengelolanya. Terkadang karena kurangnya pengetahuan dan pengertian ini orang-orang cenderung posesif terhadap harta milik kepunyaannya. Semua-semua untuk mengakomodir kemauannya. Segala yang diinginkannya dibuat daftar dan dipikirkan target kapan mencapainya. Itulah saya.

Saya termasuk orang yang teliti mengatur kemana perginya uang yang masuk ke dalam tabungan. Setiap pengeluaran dibatasi dan diatur. Semua demi beranak pinaknya jumlah digit yang tercantum di tabel neraca keuangan tiap bulannya. Ya, tentu tidak merupakan sebuah kesalahan ataupun aib untuk mengatur neraca keuangan kita sendiri. Tapi, diatas semua itu, apakah tujuan utama dari semuanya itu? Kalau udah banyak, terus gimana? Mau diapain? Iya kalau suatu hari dengan berat hati dan terpaksa jumlah tersebut harus dikosongkan demi kepentingan lain seperti kesehatan misalnya?

Tidak tahu ya, hal tersebut semata-mata benar apa tidak tapi yang jelas saya tahu akan jadi seperti apa keadaan saya kalau tabungan tersebut harus ludes karena suatu hal? Yak. Berkeping-keping. Semua yang sudah saya kumpulkan selama ini habis. Saya bisa stress. Pasti.

Gak mau ah kayak gitu. Males banget mesti dijongosin sama duit, sama materi. Uang lah yang harusnya jadi hamba kita. Bukan sebaliknya. Saya diingatkan hal ini kemarin setelah selesai mengatur alur uang saya untuk bulan ini. rasanya seperti kecekik. Cuma boleh sampai segini. Gak boleh lebih rendah dari ini. semua sudah ada hitungannya. Capek yah?

Boleh kok, ngatur duit sebegitu ketatnya. Tapi jangan lupa untuk alokasikan dana untuk member juga. Karena dengan member kita bisa membantu orang lain. Dengan memberi kita menjadi berguna. Dengan memberi kita berasa hidup.

Jadi… dimulai deh bulan ini alokasi dana. Mulainya gak gede-gede kok. Cuma 2% dari jumlah gaji. Target (tetep loh maennya target) ke depannya mau alokasi dana untuk memberinya sampai 13%. Amin… didoakan deh. Entah kenapa saya merasa hal ini tepat untuk dilakukan, walaupun saya belum memulainya. Baru saja tulis di buku keuangan saya.

Selamat memberi dan membantu orang lain. Saling bantu dengan saling memberi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s