Sushi Miya8i & Sushi Tei

Akhirnya setelah attempt number 1.000, gw dan partner in crime berhasil nyobain sushi yang dulu cuma kita omongin doang pas ngelewatin. “Ih, sushi miyabi tuh. Rame yah?!”

Alkisah keinginan itu muncul saat gw ngeliat timeline salah satu ownernya. Entah karena tau sushi itu punya dia apa karena kemakan sama promisenya kalo sushi ini murmer, jadilah gw nyobain.

Kebetulan si partner juga sushi newby, dia lagi penasaran-penasarannya sama aneka jenis sushi yang well-done. Berhubung posisi kita juga lagi di daerah radio dalam, meluncurlah kita dengan spirit nothing to loose. Pasalnya baru kemaren kita ke sana dan masih tutup libur lebaran.

Eh, gak disangka gak dinyana warung sushinya buka dan udah banyak motor yang parkir di sekitaran situ. Yess.. Finally.

Dengan semangat terbarukan kita pun menatap papan menunya. Hmm, lumayan banyak pilihan menunya ya, ada salmon, tuna, sampai beef. Hiiy, sushi kok beef. Akhirnya setelah bertapa selama 10 menit kita manggil waiter dan mesen. Miya8i Tower (fresh salmon, enoki, tobiko, dan mayo) dan some Selawar sushi something, namanya lupa euy. Pokoknya sounds like Kota Serawak di Malaysia deket Borneo.

Gak berapa lama, sushi gw dateng duluan. First impression: kecil ya sushinya. Daging salmonnya malu-malu alias gak keliatan. Anyway, since kita honger gak pake tedeng aling-aling lagi langsung kita serbu tower yang udah hancur itu. Hmm.. Overall, lbh dominan rasa mayo nya ketimbang salmonnya. Bahkan secara kasat mata itu kayak enoki diselipin nasi, ditabur telor ikan, dan dilumurin sama mayo. Tapi bolehlah, terselamatkan oleh garingnya enoki dan tobiko.

Next menu coming is serawak tadi. Overlook, justru itu yang lebih mirip kayak tower ketimbang miya8i tower tadi. Enam potong sushi disusun trus di atasnya ada timun jepang. Taburan crunchynya menarik perhatian. Ohya, setelah makan itu, baru berasa how small my sushi was. Yaudah, karena ini bukan sushi pesenan gw, jadi cuma kebagian 2-3 potong aja. Itu pun dah mulai blenger eke karena gigitan terakhir lumayan ngisi mulut dan perut.

Hmm, apa lagi ya? Oh, minumannya. Biasa dong kita pasti mesennya ocha. Hot ocha. Pas dateng gw make sure sama mbak nya kalo ini refill dan langsung diiyakan. Sip, aman. Pas gw nyobain cuma berasa pait doang, rasa green tea nya kurang berasa, gak seenak yang seharusnya menurut gw. Soalnya ada loh rasa ocha yang enak tapi gak mahal. Di daerah Biak tuh resto sushi yang juga lumayan. Selevel sama miya8i tapi gak sekomersil ini. Pantes aja sekeliling gw mesennya minuman soft drink dan teh botolan. Jarang yang mesen ocha. Pait banget!

Di tengah-tengah lagi makan, ternyata banyak orang berdiri di sekitar kita. Mereka waiting list nungguin kita-kita yang masih makan. Rame bow ternyata nih tempat. Untung aja, timing datang kita pas, sebelum jam rame banget, jadi masih kebagian hot spot deket area luar.

Baiklah, kenyang makan mari kita coba dessert. Nama dessertnya dinamain berdasarkan nama-nama ownernya. Harganya standar lah 18ribuan. Kita pilih sandwich es krim cokelat. Di menunya ada 2 poki-poki dan irisan buah kiwi. Pas dateng cuma eskrim sandwichnya doang gak pake pemanis acan. Hmm, yaudah gapapa deh yang penting kan rasanya.

Ternyata enggak loh. Biasa aja.. Tekstur bolunya itu gampang ancur dan rasa eskrimnya kurang berasa cokelat. Mungkin itu sebabnya dia tuang susu kental manis sebagai pemanis tambahan. Blah.

Ohya satu lagi, di meja cuma tersedia kecap asin, tobiko, dan jahe. Cabe bubuknya ga ada tuh. Padahal itu salah satu kegemaran gw kalo makan sushi; nyampurin cabe bubuk di kecapnya.

Terakhir sebelum gw pulang, gw sempet mampir ke wcnya. Well, mungkin karena masih belum settle ya tempatnya, jadinya wc nya seadanya nebeng rumah sebelah. Kayak wc umum di kawasan puncak. Kurang pw buat yang lagi kebelet gede.

The good news is, gak jauh dari situ ada ruangan yang lebih gede dan terlihat lebih descent yang berlabelkan sushi miya8i. Yes, they are expanding. I’m sure wc nya pasti akan dipastikan lebih ciamik dan pw.

Dan bener aja, selang berapa lama pas gw lewatin daerah situ, tempatnya udah bagus, beratap semua, cuma emang masih ber-AC alam, yang jelas wc nya udah lebih bagus pastinya.

Jadi.. Berapakah skor untuk sushi miya8i..? (drum roll)
Sushi: 7 | Price: 20.000-30.000
Dessert: 6 | Price: 20.000
Drinks: 6 | Price: 5.000-20.000
Ambience: 7
Facility: 6

Berhubung gw nyobain makan di sana sebelum di renovasi jadi skor ambience dan facilitynya berdasarkan pengalaman gw waktu itu loh ya.. Hehehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s